Ternyata Olahraga ini Baik Untuk Reproduksi Pria

Jumat, Juli 22

Olahraga sekarang ini tidak banyak dilakukan oleh pria pada umumnya. Kegiatan olahraga pada umumnya mulai ditinggalkan sejak sudah lepas dari Sekolah Menengah Atas. Padahal kita tahu olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran dan juga kesehatan.

Ketika berstatus mahasiswa kegiatan olah raga mulai banyak dilupakan karena memang tidak diwajibkan seperti masih sekolah. Kecuali bila kuliahnya memang jurusan olahraga, jadi kudu wajib olahraga. 

Mengutip hasil penelitian yang dilansir Menshealth, kurangnya perhatian pada olah raga semakin berkurang ketika seorang pria sudah bekerja, sudah jarang pria bekerja yang suka rela meluangkan waktunya untuk berolahraga. Lebih parah lagi ketika sudah berkeluarga, rata-rata olahraga hanya dilakukan mungkin 1 sampai 5 kali saja dalam setahun. 

Sebenarnya banyak hal baik yang dapat diperoleh dari olahraga. Salah satunya untuk kesehatan reproduksi. Tapi perlu digaris bawahi, bahwa tidak semua olahraga baik untuk reproduksi. Agar tidak salah, mari kita baca lebih lanjut.

Menurut penelitian yang ditulis Times of India menyebutkan bahwa olahraga merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas reproduksi manusia terutama pria. Latihan angkat beban didalam ruangan banyak dipilih pria untuk melatih otot otot mereka diwaktu luang. Namun selain ke gym masih banyak olah raga diluar ruang yang sangat dianjurkan. 

Olah raga rutin dapat memberikan efek yang baik untuk daya tahan, fleksibilitas dan juga tehnik dalam kegiatan yang berhubungan dengan seks. 

Olahraga Yang Baik Untuk Reproduksi Pria

Berikut ini adalah beberapa macam olahraga yang baik dan disarankan:
game olahraga

Senam Kegel

Kegel merupakan kegiatan yang baik untuk melatih otot-otot dalam berhubungan. Caranya hampir sama seperti ketika anda ingin buang air kecil. Anda dapat melakukannya dimana saja, yaitu dengan menahan otot pubococcygeus (PC) selama sepuluh detik kemudian rileks. Anda bisa melakukannya sambil bekerja ataupun melakukan aktivitas yang tidak berat.

Jalan Cepat

Jalan cepat dapat dilakukan di sekitar lingkungan rumah atau menggunakan treadmil. Dari penelitian yang dilakukan Harvard pada orang berusia diatas 50 tahun, jalan cepat dapat menurunkan potensi disfungsi ereksi sebesar 30persen. Dengan begitu jalan cepat diperkirakan dapat membantu memulihkan kesehatan reproduksi karena memperlancar sirkulasi darah.

Berenang

Dalam penelitian selanjutnya ternyata ditemukan bahwa orang yang rutin berenang hingga usia 60 tahun kehidupan seksnya sama dengan kemampuan orang yang jarang berenang diusia 40 tahun. Dengan kata lain, orang yang rutin berenang akan memiliki stamina yang bagus dikarenakan renang dapat melatih ketahanan organ orang tubuh dan sirkulasi darah berjalan lancar.

Push Up

Kegiatan mengangkat beban tubuh sendiri dengan tangan ini merupakan olahraga murah dan tidak butuh banyak tempat. Dengan push up anda dapat melatih otot bahu dan lengan yang sangat penting untuk berhubungan.

Meskipun olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan fitalitas, namun tidak semua olahraga baik untuk kesehatan reproduksi. 

Latihan Angkat Beban

Dalam berhubungan intim,  mau tidak mau anda membutuhkan kekuatan otot-otot yang menahan tubuh anda sendiri ataupun pasangan. Latihan yang baik untuk melatih otot ini salah satunya adalah latihan beban.

Dengan latihan beban tubuh juga akan memperlancar roduksi hormon terutama testosteron. Latihan beban sebaiknya fokus pada latihan untuk memperkuat otot paha dan tangan. Konsultasi dengan instruktur gym merupakan langkah yang baik untuk mengoptimalkan waktu dan uang anda.

Olahraga Yang Beresiko Terhadap Kesehatan Reproduksi

Meski banyak olah raga yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan reproduksi terutama Pria, tetapi ada juga beberapa olahraga yang perlu diwaspadai dapat beresiko mengganggu kesehatan reproduksi. Yang dimaksud disini selain potensi cidera akibat kecelakaan. Tetapi ini lebih dikarenakan jenis olahraga tersebut umumnya memberikan tekanan pada organ reproduksi atau juga menghambat laju aliran darah ke organ reproduksi.

Olahraga yang perlu diwaspadai contohnya adalah bersepeda dan beberapa jenis olahraga lainnya. Untuk bersepeda sebaiknya perlu diperhatikan bentuk sadel sepeda dan lamanya waktu bersepeda. Kegiatan bersepeda memiliki potensi untuk menghambat aliran darah di area penting organ reproduksi pria. 

Anjuran untuk pria yang memilih olahraga bersepeda adalah manajemen waktu untuk beristirahat dan pengaturan ketinggian sadel yang tepat sehingga tidak membuat aliran darah terganggu terutama pada organ reproduksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar